<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ketua.pks-landasan.ulin</title>
	<atom:link href="http://irsanpks.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irsanpks.wordpress.com</link>
	<description>motor penggerak partai dakwah di kecamatan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2011 04:28:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='irsanpks.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ketua.pks-landasan.ulin</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://irsanpks.wordpress.com/osd.xml" title="ketua.pks-landasan.ulin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://irsanpks.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jadilah Pemuda Pembaharu</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2011/11/02/jadilah-pemuda-pembaharu/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2011/11/02/jadilah-pemuda-pembaharu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 04:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taujihat Ketua DPC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli S.Psi CH CHt* DAMBAAN semasa kecil, menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa, negara, dan kampung halaman. Itulah cita-cita yang diharapkan banyak orang. Realitas masyarakat di banua kita tercinta, banyak yang menyekolahkan anak-anaknya ke propinsi lain, yang menurut kaca mata orang kebanyakan adalah kota pendidikan. Entah itu Jogjakarta, Malang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=79&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli S.Psi CH CHt*<br />
DAMBAAN semasa kecil, menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa, negara, dan kampung halaman. Itulah cita-cita yang diharapkan banyak orang. Realitas masyarakat di banua kita tercinta, banyak yang menyekolahkan anak-anaknya ke propinsi lain, yang menurut kaca mata orang kebanyakan adalah kota pendidikan. Entah itu Jogjakarta, Malang, atau kota lainnya.<br />
Apabila ‘Anak Banua’ berbicara mengenai pendidikan tinggi mereka nanti, tidak sedikit di antaranya mencitakan agar bisa kuliah di luar pulau Kalimantan, khusunya ke pulau Jawa. Atau mungkin sebaliknya, mereka ‘dipaksa’ oleh orang tua menuntut ilmu di Jawa saja. Ada yang berusaha dengan belajar sungguh-sungguh agar bisa lulus tes UMPTN, sebelumnya belajar keras agar lulus UN dengan nilai yang di atas rata-rata<span id="more-79"></span>.<br />
Tapi banyak juga di antara mereka hanya mengandalkan ‘doku’ orang tuanya yang sedikit tebal. Nggak perlu lah belajar yang keras, kalau hanya mau kuliah di Jawa, abah ulun kan pejabat. Banyak koneksi, banyak uang. Lain lagi jika orangnya pemalas, inginnya kuliah di Jawa, tapi keuangan orang tuanya pas-pasan. Ya jelas menggunakan ajian ‘menekan alias memaksa’ ortunya ngutang sana-sini, comot sana-sini.<br />
Kalau dilihat dari sisi jumlah, sepertinya banyak juga mahasiswa yang kuliah di Jawa. Kalau mau dihitung prosentase antara mahasiswa yang pulang kampung dengan yang memilih menetap sebagai warga kota di Jawa, mungkin lebih banyak yang memilih tinggal di Jawa. Hingar bingar sambutan keilmuan pendidikan tinggi di Jawa jelas lebih kentara dibanding banua kita. Nah kalau semua mahasiswa yang kuliah di Jawa tidak balik ke banua, apa yang akan terjadi, saya kira pian tahu jawabannya.<br />
Padahal untuk membangun banua diperlukan tenaga-tenaga yang handal dan cerdas segalanya, dari aspek positif tentunya. Maksud saya, mereka yang kuliah di Jawa bukan berarti lebih bagus kualitas out put-nya. Banua kita juga punya UNLAM yang semoga terus beranjak ke arah peningkatan kualitas. Belum lagi PTS yang jumlahnya lebih dari lima. Siap bekerja dan berkarya, bukan yang siap mencari lowongan pekerjaan. Tapi siap membuat perusahaan alias wirausaha atau menciptakan lapangan kerja yang menampung orang lain.<br />
Karena yang namanya sarjana, dia adalah konseptor sebuah peradaban. Bukannya tenaga ecek-ecek yang selalu digilas roda peradaban. Yang sering ‘ditusuk hidungnya’ diam saja, ‘manut-manut wae’. Bagaimana jadinya kalau semua sarjana kita kualitasnya seperti ini. Dijajahlah untuk seri kedua. Siapa yang menjajah, pian berataan lebih tahu daripada saya.<br />
Ingat lho, kata seorang tokoh, pendidikan bukanlah segalanya tetapi segala-galanya dimulai dari pendidikan. Dengan pendidikan, apalagi pendidikan tinggi, kita akan menciptakan peradaban baru. Harusnya mantan mahasiswa alias sarjana yang menjadi ‘anashiruttaghyir’ atau agent of change dalam setiap pengguliran yang mencita-citakan torehan peradaban baru yang mengarah ke kebaikan.<br />
Sungguh-sungguhlah yang merasa mahasiswa dalam menempa diri ‘gasan’ kemajuan banua kita, negara kita, bahkan peradaban umat manusia. Jangan mau hanya jadi ’sapi perahan’ tapi jadilah mujaddid, sang pembaharu. Pemuda jangan hanya bisa ‘membebek’ saja, tetapi jadilah kalian sumber solusi bagi permasalahan yang timbul di sekitarmu, minimal. Keberadaanmu harus berarti. Jangan sampai ada dan tidaknya kamu, tidak membawa kebaikan ditengah masyarakat.<br />
Pergaulan teman sebaya atau peer group bisa mengarah pada hal positif ataupun negatif, hal ini tergantung pemilihan nilai yang dianut oleh kelompok tadi. Pilih perilaku vandal atau perilaku sebaliknya, yang kesemuanya mengandung konsekuensi. Baik vandalisme group maupun pribadi positive group, mereka akan menggerakkan roda dakwah masing-masing untuk mencari pendukung gerakannya. Roda mereka akan terus menggilas siapa saja yang dilewatinya sampai mereka kuat untuk menggilasnya bahkan mungkin sampai hancur sekalipun sebagai konsekuensinya.<br />
Sampeyan akan sakit jika digilas oleh banyak roda, baik roda positif maupun roda vandalisme. Roda vandal akan menggilas ke arah kehidupan nista, roda positif akan membawa kearah budi alias masuk syurga. Oleh karena itu, jadilah penggilas jangan mau hanya digilas terus oleh roda-roda tersebut. Ingat, pilihlah roda penggilas yang positif dan jangan pilih roda gilas vandalisme. Roda penggilas lah yang akan menorehkan sejarah peradaban manusia. Artinya, jadilah penggilas jika tidak mau digilas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=79&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2011/11/02/jadilah-pemuda-pembaharu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memotret Masa Depan, saat alpha theta</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2011/10/22/memotret-masa-depan-saat-alpha-theta/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2011/10/22/memotret-masa-depan-saat-alpha-theta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 13:28:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taujihat Ketua DPC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli S.Psi CH CHt Banyak manusia yang hidupnya hanya mengalir saja, tanpa ada sebuah target dan cita-cita serta impian yang akan diraihnya pada tahun sekian dan sekian. Mereka sampai tua pun hanya begitu-begitu saja, hidup asal bisa makan sudah cukup. Hidup masih mengontrak rumah walaupun sudah lanjut usia, penghasilan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=73&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli S.Psi CH CHt</p>
<p>Banyak manusia yang hidupnya hanya mengalir saja, tanpa ada sebuah target dan cita-cita serta impian yang akan diraihnya pada tahun sekian dan sekian. Mereka sampai tua pun hanya begitu-begitu saja, hidup asal bisa makan sudah cukup. Hidup masih mengontrak rumah walaupun sudah lanjut usia, penghasilan yang serba pas-pasan cenderung kurang yang dinikmati saja<span id="more-73"></span>.</p>
<p>Tanpa ada sebuah usaha atau cita-cita untuk bisa keluar dari keterpurukannya yang hingga usia lanjut, ‘nerima ing pandum’ tanpa mau berusaha keluar dari kondisinya yang memprihatinkan. Entah disengaja atau tidak, entah memang dicitakan seperti itu atau tidak, namun kenyataannya banyak diantara penduduk negeri yang dibawah garis kemiskinan.</p>
<p>Gambaran masa depan, harus sudah terpotret sebelum masa itu terjadi. Apa pun tujuan dan target hidup kita, harus sudah terpotret atau tercitra dalam pikiran dan perasaan kita. Mustahil, negatif film bisa tercetak ketika belum pernah dipotretkan pada sebuah objek, tentu saja setelah dicuci cetakkan. Sebenarnya ada sih, tapi hasilnya hitam dan gelap semua. Mungkin 36 foto atau 45 foto, tercetak hitam gambarnya.</p>
<p>Berbeda hasilnya, ketika negatif film tersebut telah dipotretkan pada sebuah objek tertentu menggunakan tustel non digital. Pasti ada gambarnya sebagai hasil sebuah potret-an kita, tentu saja setelah mencuci cetakkannya. Bisa pas jumlahnya sesuai jumlah roll film-nya atau mungkin ada sebaian kecil yang tidak bisa tercetak, karena salah dalam proses pemotretannya. Namun ini memberikan gambaran kepada kita bahwa kalau kita telah memotretnya, pasti akan ada hasil cetakannya.</p>
<p>Dari dua paragraf di atas, memberikan pencerahan kepada kita agar senantiasa membuat dan merencanakan target atau cita-cita masa depan. Gambarkan masa depan kita dengan potret yang sejelas dan sedetailnya. Misalnya, target atau cita-cita pendidikan kita lulus S1 pada fakultas psikologi tahun 2003, lulus S2 magister psikologi tahun 2015 dengan hasil cumlaude pada universitas ternama di Jogja.</p>
<p>Target lainnya, menikah pada usia dini tahun 2000 sebagai tahun milenium ketiga. Mempunyai anak pertama pada tahun kedua usia pernikahan, dan seterusnya. Mempunyai dua rumah mewah dipusat kota banjarbaru pada tahun ke 12 usia pernikahan, mempunyai tanah perikanan pada tahun kesebelas usia pernikahan.</p>
<p>Memiliki mobil pribadi merk fortuner warna putih pada tahun ke 13 usia pernikahan. Mempunyai 11 anak pada tahun ke 22 usia pernikahan. Masuk syurga firdaus ketika hari akhirat. Dan seterusnya dan seterusnya. Target dan cita-cita inilah yang dinamakan sebagai potret-potret kehidupan masa depan kita sebagai manusia.</p>
<p>Oleh karena itu, mari saudara semua. Niatkan dalam diri, katakan pada diri dan tuliskanlah pada dream book atau dream leaf Anda semua target dan cita-cita atau keinginan Anda. Berhentilah sejenak pada sebuah terminal dimana kondisinya relaks dan nyaman, yakni kondisi pada gelombang otak Anda Alpha lalu buatlah impian-impian Anda semua sedetail-detainya.</p>
<p>Buatlah potret Anda kedepan, rancanglah masa depan Anda, dan dapatkan hasilnya sesuai yang Anda potretkan dimasa mendatang. Biarlah Allah yang mengatur dan mewujudkannya. Tugas kita hanyalah berusaha dan berikhtiar. Semoga apa yang telah kita tuliskan dalam dream leaf or dream book saya dan Anda bisa segera menjadi nyata pada waktunya, amiin. Allahu a’lam.</p>
<p>*Hypnotherapist and Owner Mitrasolusi, juga ketua DPC PKS Landasan Ulin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=73&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2011/10/22/memotret-masa-depan-saat-alpha-theta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PKS Banjarbaru Gelar Iktikaf Bersama Masyarakat</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2011/08/24/pks-banjarbaru-gelar-iktikaf-bersama-masyarakat/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2011/08/24/pks-banjarbaru-gelar-iktikaf-bersama-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 12:39:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Koran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, PKS Banjarbaru menggelar berbagai agenda kegiatan ramadhan. Ramadhan tahun ini, mereka mengadakan perhelatan akbar dalam menyambut bulan suci dengan berbagai kegiatan. Melalui Ahmad Nur Irsan Finazli SPsi CHt, selaku sekretaris DPD PKS Kota Banjarbaru, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh panitia ansyithoh mengacu pada himbauan dari DPW dan DPP. Dimana waktunya dibagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=70&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, PKS Banjarbaru menggelar berbagai agenda kegiatan ramadhan. Ramadhan tahun ini, mereka mengadakan perhelatan akbar dalam menyambut bulan suci dengan berbagai kegiatan. Melalui Ahmad Nur Irsan Finazli SPsi CHt, selaku sekretaris DPD PKS Kota Banjarbaru, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh panitia ansyithoh mengacu pada himbauan dari DPW dan DPP. Dimana waktunya dibagi menjadi tiga, yakni menjelang, saat, dan pasca ramadhan.<span id="more-70"></span></p>
<p>“Kita ingin ramadhan tahun ini lebih baik dan sukses dibandingkan tahun sebelumnya”, ujar Irsan sapaan akrabnya.<br />
Beliau menambahkan, “Tema Ramadhannya adalah Perbaiki Diri dan Ummat sebagai Bekal Membangun Indonesia”.</p>
<p>Adapun kegiatan pra ramadhan dimulai dengan memperbanyak puasa sunah dibulan sya’ban bagi kader, pawai keliling kota, bagi-bagi jadual imsakiyah, kajian persiapan ramadhan didua masjid, dan bersih-bersih tempat ibadah dilima kecamatan. Dan ini telah terlaksana dengan sukses, terlihat sambutan antusias dari kader dan masyarakat dalam keikutsertaannya pada setiap kegiatan.</p>
<p>Safari ramadhan ke kelurahan-kelurahan, pesantren ramadhan, pengajian rutin, buka puasa bersama kader dan masyarakat, adalah kegiatan saat bulan ramadhan. Tak kelewatan, program unggulan pasar murah bagi masyarakat, pembagian paket lebaran bagi kader dan pengurus, juga pengumpulan dan penyaluran ZISWAF pun digelar oleh partai dakwah yang selalu diminati masyarakat ini.</p>
<p>Irsan yang juga pembina majlis taklim bagi kader Landasan Ulin dan Lianganggang ini mengatakan, bahwa “ada program spektakuler yang harus ada dan wajib diikuti para kader dan pengurus PKS disetiap tahunnya, yakni iktikaf disepuluh hari terakhir, untuk menyongsong malam lailatul qodar”.  Ini lah puncak dari kegiatan dibulan ramadhan tahun ini. Dimana agenda iktikaf ini dilaksanakan bersama masyarakat sekitar masjid setempat.</p>
<p>Dalam kegiatan iktikaf ini, memuat agenda acara yang sarat muatan pembekalan ruhiyah. Mulai dari sholat taraweh, tadarus bersama masyarakat, tausiyah rutin berbagai tema, qiyamul lail atau tahajjud disepertiga malam akhir, muhasabah, dan dilanjutkan dengan makan sahur bersama. Khusus dimalam ke-27 panitia akan menggelar khataman qur’an.</p>
<p>Jika ada yang bertanya, apakah PKS akan masih tetap membagi air mineral ba’da sholat ied?. Kata sidin, tentu terus dilaksanakan bahkan ditambah kuantitasnya disetiap tahunnya. Untuk tahun ini PKS menyiapkan sekitar lima ribu air pelepas dahaga ba’da sholat id yang dibungkus bersama permen dan kartu ucapan idul fitri. “Kita tebar di sembilan titik sholat ied diberbagai lapangan dan masjid di Banjarbaru”, tegasnya. Pasca ramadhan kita akan melaksanakan kegiatan Halal bi halal.</p>
<p>Target tahun-tahun kedepan, kita akan membuka bank da’i yang kita siapkan untuk masyarakat mencukupi kebutuhan da’i, imam, dan penceramah yang cenderung meningkat selama bulan ramadhan. Tujuh tahun terakhir, kader PKS Banjarbaru pun telah dipercaya untuk meng-imami, berceramah, dan mengisi majlis taklim juga khutbah dibeberapa masjid. “Nah, kedepannya kita perbanyak lagi dengan mengoptimalkan seluruh potensi kader partai dakwah ini”, pungkasnya seraya menutup wawancara kali ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=70&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2011/08/24/pks-banjarbaru-gelar-iktikaf-bersama-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salah Tingkah-nya Orangtua</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2011/06/06/salah-tingkah-nya-orangtua/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2011/06/06/salah-tingkah-nya-orangtua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 15:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Interview Majalah Gontor Salting alias Salah Tingkah Orangtua   berikut ini saya kirimkan beberapa pertanyaan untuk wawancara terkait dengan masalah anak? 1. kenapa anak suka membangkang Irsan Finazli : Ya memang itulah fase anak yang harus dilewati. Tanya kenapa? Semua manusia pasti akan melewati hal itu (membangkang), karena masa pertumbuhan yang memang mengharuskan untuk dilewati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=67&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>Interview</em> Majalah Gontor</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong>Salting alias Salah Tingkah Orangtua</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>berikut ini saya kirimkan beberapa pertanyaan untuk wawancara terkait dengan masalah anak?</p>
<p>1. kenapa anak suka membangkang</p>
<p>Irsan Finazli : Ya memang itulah fase anak yang harus dilewati. Tanya kenapa? Semua manusia pasti akan melewati hal itu (membangkang)<span id="more-67"></span>, karena masa pertumbuhan yang memang mengharuskan untuk dilewati atau dengan kata lain telah tiba saatnya anak membangkang. Masa membangkang ini sering dalam istilah psikologi perkembangan disebut sebagai masa trotzalter. Atau dalam bahasa lainnya adalah todler (seperti merk produk biskuit). Mau lebih merakyat lagi disebut sebagai masa kemRaja-rajaan atau KemRatu-ratuan, ini dalam bahasa Jawanya<br />
2. apa yang melatarbelakangi anak suka membangkang?</p>
<p>Irsan Finazli : Sebuah masa yang datang pada masa pertumbuhan setiap anak. Anak semakin memiliki sifat ke-aku-annya, dan sangat menyadarinya.<br />
3. apakah pembangkaangan ada anak ini merupakan proses alamiah yang dialami oleh setiap anak?</p>
<p>Irsan Finazli : Iya. Kalau mau lebih tajam lagi bahwa pembangkangan ini datangnya sangat tidak disadari atau tanpa sebab yang berarti juga hilangnya pun tidak perlu sebuah pengkondisian khusus, artinya dengan sendirinya akan hilang<br />
4. apa yang harus dilakukan oleh orang tua ketika anak membangkang kepada orang yang lebih tua atau terhadap teman-temannya?</p>
<p>Irsan Finazli : Lakukan seperti kita menaikkan atau mengendalikan layang-layang, ini sebuah analogi saja. Maksud saya, bijak dalam bersikap. Karena seringkali orangtua dibikin ’salting’ alias salah tingkah meladeni anak yang masanya membangkang ini. Salah satu bentuk salah tingkah yang sangat sering dilakukan orangtua adalah marah dengan bersuara agak tinggi, maksudnya menekan secara psikis dan biasanya disertai tekanan secara fisik yakni mencubit-memukul-menyakiti badannya</p>
<p>Dengan kata lain, sebaiknya sabar dalam menyikapi perilaku anak ketika berbuat masih dalam batas wajar. Tetapi tegas ketika anak berlaku yang membahayakan dirinya maupun orang lain.<br />
5. apakah ada faktor umur yang menyebabkan anak menjadi pembangkang?ketika ada biasanya umur berapa?dan apa yang mendasari hal itu?</p>
<p>Irsan Finazli : Jelas berkaitan dengan faktor usia. Masa membangkang atau trotzalter pertama kali ketika anak berusia dibawah 6 Tahun. Akan datang kembali masa trotzalter kedua yakni ketika anak berusia sekolah formal dan puncaknya akan menghilang ketika masa remaja selesai. Artinya puncak pembangkangan ketika anak memasuki masa puber. Hal yang mendasarinya adalah pertumbuhan anak secara fisik dan hormon-hormon dalam tubuhnya.<br />
6. sejauh mana kecenderungan pembangkangan anak terhadap sifat kasar anak?</p>
<p>Irsan Finazli : Anak pada masa trotzalter tidak selalu linier dengan sifat kasar. Artinya tidak melulu anak yang membangkang itu kasar dalam bersikap terhadap objek bangkangan-nya.<br />
7. apakah peranan orang tua disini bisa memberikan kontribusi sehingga anak ini menjadi pembangkang?</p>
<p>Irsan Finazli : Orangtua yang meng’abadi’kan kesalahtingkahannya ini tentuya akan sangat memberikan kontribusi pada sikap pembangkangan ini hingga masa yang seharusnya sudah selesai masa trotzalter-nya. Makanya, mari jadikan diri kita bijak dalam membina anak-anak kita maupun anak didik kita<br />
8. bagaimana membedakan anak yang pembangkang dan berprilaku kasar?</p>
<p>Irsan Finazli : Ya ketika anak sekedar membangkang tanpa berlaku kasar, berarti dia hanya membangkang. Nah, kalau anak sudah pada perilaku menyakiti fisik berarti dia berperilaku kasar. Bukan berarti anak membangkang tidak berperilaku kasar, bisa jadi akan dilanjutkan kesana, ergantung pengalaman yang didapatkannya dari lingkungan keluarga maupun luar<br />
9. faktor lingkunan seperti apa yang bisa menyebabkan anak menjadi pebangkang, selain dari keluarga?</p>
<p>Irsan Finazli : Lingkungan seperti texas-lah. Serba kasar dan bebas tanpa aturan yang jelas, disertai tanpa nilai dan bimbingan orangtua<br />
10. tips apa yang cocok untuk orang tua yang anaknya suka membangkang?</p>
<p>Irsan Finazli : Ketika pembangkangan itu muncul, pertama tariklah nafas kita dalam-dalam hingga maksimal lalu tahan sebentar baru hembuskan perlahan. Kedua, kalau kita berdiri maka segera duduk dan seterusnya, intinya kendalikan diri kita tidak perlu mengedepankan amarah. Ketiga, beritahukan padanya agar bersikap yang baik hingga anak mengerti. Bila tetap berlaku bangkang, katakan dengan tegas akan ada konsekuensi dari pembangkangannya. Empat, konsultasilah kepada konselor untuk masalah yang sudah sangat akut. Kelima,doakanlah anak-anak kita dalam setiap saat.</p>
<p>demikian pertanyaan yang saya ajukan, jika nanti ada tambahan akan saya, kirim kembali&#8230;<br />
terima kasih atas kerjasamanya&#8230;<br />
Irsan Finazli : Terimakasih juga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=67&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2011/06/06/salah-tingkah-nya-orangtua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERNIKAHAN DINI, Kuncinya di Ta&#8217;aruf (tentu ILMU juga)</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2011/02/10/pernikahan-dini-kuncinya-di-taaruf-tentu-ilmu-juga/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2011/02/10/pernikahan-dini-kuncinya-di-taaruf-tentu-ilmu-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 04:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taujihat Ketua DPC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Bab.1.4 Pernikahan Dini Solusi Tepat Untuk Sukses Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi, CH, C.Ht* TERBAYANG oleh kita betapa bahagianya seorang yang baru saja melangsungkan ritual sakral, pernikahan. Terlebih lagi jika yang menikah, diri kita sendiri. Betapa ‘sumringah’ hati kita, tatkala me-lafaz-kan ijab qobul dengan lancar tanpa diulang dengan disambut doa para tamu undangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=63&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://irsanpks.files.wordpress.com/2011/02/irsan-himpsi-closeup.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-64" title="irsan himpsi closeup" src="http://irsanpks.files.wordpress.com/2011/02/irsan-himpsi-closeup.jpg?w=100&#038;h=150" alt="" width="100" height="150" /></a>Bab.1.4 Pernikahan Dini<br />
Solusi Tepat Untuk Sukses</p>
<p>Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi, CH, C.Ht*</p>
<p>TERBAYANG oleh kita betapa bahagianya seorang yang baru saja melangsungkan ritual sakral, pernikahan. Terlebih lagi jika yang menikah, diri kita sendiri. Betapa ‘sumringah’ hati kita, tatkala me-lafaz-kan ijab qobul dengan lancar tanpa diulang dengan disambut doa para tamu undangan melalui ucapan “barokallahu laka<span id="more-63"></span> wabaroka alaika wa jama’a bainakuma fi khair…”.<br />
Ingatan kita saat pengucapan akad nikah dihadapan penghulu KUA pasti sangat kuat. Bahkan pada zaman sekarang, agar ingatan itu terus dikenang sampai tua, tidak sedikit bagi yang berduit mengabadikannya dengan video shooting. Jadi Raja dan Ratu dalam semalam, pusat perhatian hadirin, juga pusat gosip media massa. Waah asyiknya, bagaimana rasanya ya? Bagi yang sudah menikah pasti pernah merasakannya. Makanya, nikah aja selagi muda.<br />
Masyarakat kita adalah masyarakat yang berbudaya, makanya segala sesuatau yang terkait dengan nilai sakral pasti ada tuntunannya, aturan mainnya, hitung-hitungannya, syarat-syaratnya bahkan seabreg ‘ketebelece’ yang harus dipenuhi, termasuk pernikahan. Jangankan pernikahan, memasang kuda-kuda rumah saja ada hitungan harinya sampai jenis makanan ‘gasan’ syukurannya. ‘Iya kalo?’.<br />
Pernikahan, bagi sebagian besar masyarakat banua kita adalah sesuatu yang harus dirayakan, dipublikasikan, dibiayai dengan uang yang ‘tidak boleh sedikit’ alias ‘larang’. Kalau perlu harus dipaksakan ada, artinya walaupun tidak ada uang banyak, ya diada-adakan entah bagaimana caranya, ngutang atau jual tanah mungkin.<br />
Tidak sedikit mereka yang tidak kaya, dipaksakan harus kaya mendadak kalau mau melangsungkan pernikahan. Jujuran, pasti harus ada. Uang perayaan, apalagi, jelas tak kalah pentingnya. Bagi yang tidak punya rumah besar dan bagus, ya menyewa gedung aula. Kalau rumahnya kecil, disulap jadi besar dengan memakai fasilitas umum jalan raya atau rumah tetangga, misalnya. Warna gemerlap sebuah keniscayaan dalam pernikahan, siapapun orangnya.<br />
Hal tersebut di atas adalah normal dan wajar, bagi setiap budaya yang ada di masyarakat tertentu semua strata. Tapi, bagaimana jika pernikahan itu adalah pernikahan dua insan yang muda belia, berusia remaja, minimal remaja akhir ditinjau dari kacamata rentang usia secara psikologi perkembangan. Kira-kira apa pendapat masyarakat manusia, dewasa ini? Positif ‘kah, negatif ‘kah. Saya ambil kesimpulan, negatif.<br />
Mulai dari tuduhan yang wajar sampai pada sangkaan yang membabi buta, parahnya. Hamil duluan, ingin hartanya, keturunan ningrat alias darah biru, dipelet, diguna-guna, kolot dan lain sebagainya. Salut untuk mereka yang berprasangka positif, saya yakin belum banyak. Anggapan masyarakat kita, hal tersebut adalah baru, yang perlu diwaspadai. Pernikahan yang belum saatnya, seakan dipaksakan yang menurut mereka akan menyusahkan berbagai pihak, mulai orang tua kedua mempelai sampai pembuat undang-undang pernikahan yang ada di negara kita.<br />
Wajar, mereka belum tahu nilai strategisnya pernikahan yang dilangsungkan pada saat rentang usia muda belia, yang sering kita sebut sebagai pernikahan dini. Imej negatif masyarakat, salah satu penyebabnya adalah fenomena realita yang sering terjadi pada serangkaian upacara pernikahan, mempelai wanitanya sudah ‘berperut ganal’ duluan. Ditambah lagi beberapa tontonan sinema elektronik, sinetron, yang mendramatisir sebuah pernikahan dini antar dua manusia belia, seakan-akan repot segalanya, susah segalanya, bingung segalanya, dadakan segalanya, jadinya yang nonton pun ikut pusing.<br />
Eeeh…boro-boro yang nonton, yang denger cerita dari tetangga atau teman pun, ikut pusing tujuh keliling. Kenapa bisa begitu? Iya lah, namanya juga sinetron. Terang saja, pernikahan dini yang tidak direncanakan!. Wajar kalau kacau balau. Tetapi masih mending jika dua pasang manusia muda belia ini, bisa learning by doing dalam hal positif saling mengisi dan mempelajari pernak-pernik pernikahan dini. Walhasil, boleh jadi sukses.<br />
Kenapa saya bilang bisa sukses, ya karena saya tahu dengan pasti pernak-pernik pernikahan dini, lha wong saya termasuk pelaku pernikahan dini, nikah pada usia 21 tahun istri dan 22 tahun saya, bahkan pernah menjadi bintang tamu dalam seminar sehari tentang NIKAH DINI di Jogja yang dihadiri manusia muda belia, mahasiswa, dan dosen dari beberapa perguruan tinggi area selatan. Saat menjadi bintang tamu, kami baru mempunyai anak satu dan istri hamil muda. Tapi pernikahan dini yang memang direncanakan lho. Begitu lulus dan wisuda, kami menggendong dua orang generasi penerus, anashir-anashir tahgyir alias calon agent of change sang pembaharu.<br />
Yang ingin saya katakan, tidak semua pernikahan dini itu jelek, baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan, asalkan bukan MBA, maried by accident, tetapi nikah dengan sebuah kesadaran penuh akan makna pernikahan yang hakiki. Urusan dirayakan secara mewah atau mewah sekali, dirumah atau di gedung aula megah, mengundang artis terkenal atau artis kampungan, dihadiri oleh sepuluh atau seribu tamu, pakai jujuran atau ‘kejujuran diri’ tidak punya modal alias modal dengkul, itu tidak jadi masalah pokok.<br />
Coba kita lihat, beberapa kelompok masyarakat yang sudah mulai tergugah untuk menikahkan buah hatinya saat mereka masih diusia belia, taruhlah duapuluh tahun atau duapuluh lima tahun. Kebanyakan dari mereka yang notabene pioneer pernikahan dini berjilbab besar dan berjenggot sedikit, mungkin dari kalangan agamis atau memang kebetulan saja berjilbab atau berjenggot. Tapi, mari kita bandingkan prosentase antara pernikahan belia yang direncanakan matang, yang bercerai dengan pernikahan lanjut atau reguler yang berakhir cerai. Bagaimana menurt Sampeyan?<br />
Banyak public figure yang menikah, tak lama kemudian bercerai. Eh baru mengikrarkan ijab qobul selepas itu langsung gugat cerai, apa-apaan ini. Pernikahan kog dibikin sensasi, pamali. Padahal, kalau kita mau menikah saat usia muda belia, banyak sekali nilai keuntungannya lho. Satu, secara fisik masih kuat, tenaga kuda, tidak mudah letoy, ha..ha..ha. Artinya, saat kita mempunyai anak, taruhlah lima anak, ‘behalat’ satu sampai dua tahun, saat anak-anak kita memasuki masa remaja, yang memerlukan partner sejati dalam kasih sayang persiapan menghadapi dunia nyata, kita masih berusia tiga puluhan!. Nah, masih kuatkan? Mau adu panco, bisa. Mau adu lari cepat, sprinte dengan anak, bisa. Mau adu cepat dalam berenang seratus meter, bisa. Mau jadi group gasan pertandingan bola voli keluarga, juga bisa. Bahkan bergulat pun, kita masih kuat dan bisa. Kalau tidak disebut sukses, lalu apa namanya.<br />
Dua, secara psikis dorongan-dorongan nafsu manusiawi baik yang negatif maupun positif, segera tersalurkan secara moral, benar dan tidak terhambat. Tahapan dalam menunaikan tugas perkembangan cenderung normal dan sesuai. Yakni tugas perkembangan mulai dari aktualisasi diri terkait keilmuan, mencari pasangan hidup, mencari nafkah, penyesuaian dengan pasangan, mengasuh anak, hidup dengan masyarakat sosial, menyalurkan hasrat manusiawi, sampai pada kebermaknaan hidup. Nah, jelas enak bukan? Seluruh potensi tersalurkan secara normal sesuai tahapan tugas perkembangan usia, saling membantu antar dua insan belia menggapai cita-cita. Kalau bukan sukses, lalu apa namanya.<br />
Padahal, jika dorongan nafsu yang kuat pada masa muda tanpa tahu ilmu menyalurkannya secara benar, akibatnya fatal. Masa depan suram, terjerumus ke‘lembah hitam’. Hal ini, menjadi budaya yang sudah merajalela dikalangan generasi muda kini. Ya nge-seks, free-sex, nge-pil koplo, nenggak miras, perkosaan, vandalisme, kebut-kebutan, pencurian, perampokan, bahkan judi sampai perkelahian antar remaja atau anak muda. Coba bayangkan, begitu membahayakan bukan?<br />
Tiga, secara agamis jelas sesuai syar’i alias hukum yang dibuat oleh-Nya. Terhindar dari perbuatan mendekati zina, pacaran ala perancis, misalnya. Seluruh aktivitas pacaran pasca nikahnya, berpahala sangat besar. Mulai dari menyapa namanya, membelai rambut, mencium kening dan seterusnya adalah mengandung nilai ibadah yang tinggi dan tidak diberikan kepada insan belia yang mendekati zina. Coba renungkan, kalau bukan sukses lalu apa namanya.<br />
Empat, ditinjau dari segi kesehatan, apalagi, pasti sangat aman dan sangat dianjurkan untuk melahirkan sebelum usia lanjut. Asalkan sekali lagi, direncanakan secara matang, maaf saya ulang-ulang, supaya lebih mantap. Seluruh anggota badan, organ tubuh internis maupun eksternis, jelas memenuhi standar kesehatan. Apalagi namanya, kalau bukan sukses.<br />
Lima, finansial anak muda tidak bertele-tele, dengan penghasilan yang pas-pasan masih bisa untuk berbuat banyak bagi kelangsungan pernikahan awal. Toh tuntutan hidup belum begitu memakan biaya besar, kalaupun perlu biaya besar, mulai dari tenaga, intelektual, keterampilan, ketahanan berusaha masih bisa diandalkan. Menikah tidak harus segalanya ada duluan, tapi sesuatu yang belum ada bisa diadakan pasca pernikahan untuk dilengkapi.<br />
Enam, secara waktu. Menikah saat berusia belia, kita bisa menyelesaikan tugas perkembangan dengan normal, artinya akan banyak tugas lain yang lebih besar akan segera  diraih. Misalnya, menunaikan ibadah haji saat muda, menjabat sebagai public figure, walikota, gubernur, bahkan presiden partai sampai presiden negara. Apalagi namanya kalau bukan sukses.<br />
Oleh karena itu, wahai saudara mudaku, bersegeralah menikah sebelum terlambat meraih kesuksesan. Pernikahan dini, kunci sukses yang hakiki.***</p>
<p>*Pelaku nikah dini</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=63&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2011/02/10/pernikahan-dini-kuncinya-di-taaruf-tentu-ilmu-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irsanpks.files.wordpress.com/2011/02/irsan-himpsi-closeup.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">irsan himpsi closeup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bab.4.3 Seorang Ibu Nggak Pernah Marah</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2010/12/22/bab-4-3-seorang-ibu-nggak-pernah-marah/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2010/12/22/bab-4-3-seorang-ibu-nggak-pernah-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 01:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Irsan Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[SELAMAT HARI IBU&#8230;.!!! Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi, C.Ht BENAR gak sih, ada seorang ibu yang tidak pernah marah selama mendidik anak-anaknya? Terbayanglah dari benak pian seberataan dengan sebuah jawaban, tidak mungkin ada. Tapi, apa yang digembar-gemborkan oleh buku-buku pendidikan anak baik metode dan tips-tips praktis mencetak generasi cerdas nan cemerlang, maupun artikel-artikel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=59&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/12/copy-of-img0316a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-60" title="wisuda-ku 2003" src="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/12/copy-of-img0316a.jpg?w=300&#038;h=237" alt="" width="300" height="237" /></a>SELAMAT HARI IBU&#8230;.!!!</strong><br />
Oleh : Ahmad Nur Irsan Finazli, S.Psi, C.Ht<br />
BENAR gak sih, ada seorang ibu yang tidak pernah marah selama mendidik anak-anaknya? Terbayanglah dari benak pian seberataan dengan sebuah jawaban, tidak mungkin ada. Tapi, apa yang digembar-gemborkan oleh buku-buku pendidikan anak baik metode dan tips-tips praktis mencetak generasi cerdas nan cemerlang, maupun artikel-artikel serta dialog-dialog interaktif di mass media. Menyimpulkan bahwa seolah-olah seorang ibu dalam mendidik anaknya harus perfek alias sempurna. Atau dengan kata lain tidak boleh ada kesalahan sedikitpun dalam mengarahkan anak-anaknya.<span id="more-59"></span><br />
Sosok seorang ibu merupakan panutan anak-anaknya, dimanapun dibelahan bumi ini. Mengantarkan seorang anaknya agar siap secara psikis dalam memulai masuk jenjang sekolah formal, bukanlah pekerjaan mudah. Oleh karena itu banyak dari kalangan ibu yang mencari bahan-bahan bacaan, baik artikel, tabloid, majalah, berita, maupun mengikuti sebuah seminar, pelatihan cara mendidik anak. Home schooling, misalnya.<br />
Memang ada ungkapan kata-kata bijak dari seorang tokoh pembaharu yang mengatakan bahwa “pendidikan bukanlah segala-galanya, tetapi segala-galanya dimulai dari pendidikan”. Kalau kita pikir-pikir dan renungkan, statement tersebut benarlah adanya. Tidak bisa tidak, mendidik anak menjadi cerdas nan cemerlang atau sholeh, mau tidak mau, suka tidak suka, sempat tidak sempat harus mencari ilmu dulu bagaimana mendidik itu.Kalau mau mencetak anak yang cerdas tidak pakai pendidikan khusus orang tua atau khusus guru yang akan membimbingnya, ya pastilah hasilnya gagal atau paling tidak sesuai dengan standar.<br />
Saya yakin anda pernah membaca buku tentang cara mendidik anak, tersebutlah disana sederet aturan ataupun tips-tips mengarahkan anak menjadi generasi yang kokoh baik mental, spiritual, maupun kecerdasannya. Bahasa agak kerennya anak menjadi paripurna dalam aspek Emotional Intelligent, Spiritual Intelligent, dan ketinggian skor IQ.<br />
Akan tetapi pernahkan anda berpikir bahwa orang tua atau sebutlah seorang ibu tidak pernah berbuat kesalahan dalam mendidik anak-anaknya? Betulkah orang tua atau seorang ibu bahkan seorang guru tidak diperbolehkan melakukan kesalahan dalam mendidik anak didiknya? Bahasa gampangnya mendidik anak dengan sedikit kebablasan amarah yang dikedepankan.<br />
Seorang ibu juga manusia lho, ingat itu.<br />
Yang namanya manusia pastilah punya seabrek kelemahan dan kesalahan. Inilah realita yang ada di masyarakat manusia. Idealnya memang seperti apa yang saya tulis diawal, bahwa mendidik anak harus dengan cinta, kasih sayang, kelembutan. Ya, benar sekali. Tidak salah. Tetapi, mendidik anak dengan cinta, bukan berarti tidak boleh ada kesalahan, bukan berarti tadak boleh marah. Satu analogi tentang pendidikan terhadap seekor kucing, saya yakin anda pernah melihat kucing yang sangat patuh maupun kucing yang bandel. Bagi anda yang pernah mendidik kucing kesayangannya atau kucing liar, pasti anda pernah memukulnya alias marah terhadapnya karena tidak mau mengikuti perintah anda.<br />
Pernah terpikir oleh anda tidak, bahwa hal tersebut boleh jadi efektif dalam mendidik si kucing sehingga dia menjadi binatang piaraan yang mau disuruh kesana-kemari. Tetapi ternyata, si kucing tadi patuhnya hanya saat anda yang menyuruh. Tapi jika disuruh oleh orang lain, ia sama sekali ‘kada bagarak’. Nah, kira-kira apa yang bisa kita renungkan dari analogi mendidik kucing tadi?. Anda lebih tahu dari saya.<br />
Kemarahan terkadang efektif untuk sebuah pembiasaan terhadap suatu perilaku, tetapi biasanya hanya berlaku temporer dan parsial. Artinya, disini saya mau mengatakan bahwa melakukan kesalahan dalam mendidik anak dengan terkadang mengedepankan amarah itu hanya kesalahan yang bisa ditolelir selama anda segera menyadarinya. Tetapi jika amarah terus berlanjut sampai kronis, saya ingatkan bahwa anak anda dilahirkan bukan untuk dimarahi. Jangan jadikan ia menjadi seorang yang sadis seperti anda.<br />
Kemarahan adalah hal yang manusiawi, yang tidak perlu terlalu dipusingkan. Setelah anda marah kepada buah hati, segera lakukan yang namanya ‘ishlah’, perbaikan dengan memeluk anak tersebut, akui kesalahan, belailah ia dengan belaian yang hangat, katakan “maafin ibu ya nak, ibu akan merubah sikap ibu, ibu hanya tidak suka pada perilaku adik yang kurang baik, bukan sama adik, ibu sayang kamu”. Atau mungkin anda punya kata-kata yang lebih menggugah hati si buah hati anda dalam mengungkapkan rasa penyesalan ibu atas sikap amarah tadi.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=59&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2010/12/22/bab-4-3-seorang-ibu-nggak-pernah-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/12/copy-of-img0316a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wisuda-ku 2003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tambah Wawasan-ku</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2010/09/14/tambah-wawasan-ku/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2010/09/14/tambah-wawasan-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 09:21:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[PSIKOLOGI ISLAM Sejak pertengahan abad XIX, yang didakwahkan sebagai abad kelahiran psikologi kontemporer di dunia Barat, terdapat banyak pengertian mengenai psikologi yang ditawarkan oleh para psikolog. Masing-masing pengertian memiliki keunikan, seiring dengan kecenderungan, asumsi dan aliran yang dianut oleh penciptanya. Meskipun demikian, perumusan pengertian psikologi dapat disederhanakan dalam tiga pengertian. Pertama, Psikologi adalah studi tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=54&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/09/dscf2072.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-56" title="Irsan siip MUNAS 2" src="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/09/dscf2072.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>PSIKOLOGI ISLAM</strong><br />
Sejak pertengahan abad XIX, yang didakwahkan sebagai abad kelahiran psikologi kontemporer di dunia Barat, terdapat banyak pengertian mengenai psikologi yang ditawarkan oleh para psikolog. Masing-masing pengertian memiliki keunikan, seiring dengan kecenderungan, asumsi dan aliran yang dianut oleh penciptanya. Meskipun demikian, perumusan pengertian psikologi dapat disederhanakan dalam tiga pengertian.<span id="more-54"></span></p>
<p>Pertama, Psikologi adalah studi tentang jiwa (psyche), seperti studi yang dilakukan Plato (427-347 SM.) dan Aristoteles (384-322 SM.) tentang kesadaran dan proses mental yang berkaitan dengan jiwa.</p>
<p>Kedua, Psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental, seperti pikiran, perhatian, persepsi, intelegensi, kemauan, dan ingatan. Definisi ini dipelopori oleh Wilhelm Wundt.<!--more--></p>
<p>Ketiga, Psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku organisme, seperti perilaku kucing terhadap tikus, perilaku manusia terhadap sesamanya, dan sebagainya. Definisi yang terakhir ini dipelopori oleh John Watson.</p>
<p>Pengertian pertama lebih bernuansa filosofis, sebab penekanannya pada konsep jiwa. Psikolog di sini berperan untuk merumuskan hakekat jiwa yang proses penggaliannya didasarkan atas pendekatan spekulatif. Kelebihan pengertian pertama ini dapat mencerminkan hakekat psikologi yang sesungguhnya, sebab ia dapat mengungkap hakekat jiwa yang menjadi objek utama kajian psikologi. Kelemahannya adalah bahwa pengertian ini belum mampu membedakan antara disiplin filsafat yang bersifat spekulatif dengan psikologi yang bersifat empiris. Psikologi seakan-akan masih menjadi bagian dari disiplin filsafat, yang salah satu kajiannya membahas hakekat jiwa.</p>
<p>Pengertian kedua mencoba memisahkan antara disiplin filsafat dengan psikologi, sehingga fokus kajiannya pada kehidupan mental, seperti pikiran, perhatian, persepsi, intelegensi, kemauan, dan ingatan. Namun pemisahan ini belum sempurna, sehingga antara disiplin filsafat dengan psikologi masih berbaur. Pengertian psikologi yang lazim dipakai dalam wacana Psikologi Kontemporer adalah pengertian ketiga, karena dalam pengertian ketiga ini mencerminkan psikologi sebagai disiplin ilmu yang mandiri yang terpisah dari disiplin filsafat. Pada pengertian ketiga ini, fokus kajian psikologi tidak lagi hakekat jiwa, melainkaan gejala-gejala jiwa yang diketahui melalui penelaahan perilaku organisme. Manusia merupakan mahluk hidup yang memiliki jiwa, namun secara empirik hakekat jiwa tersebut tidak dapat diketahui, sehingga psikologi hanya membahas mengenai proses, fungsi-fungsi, dan kondisi kejiwaan. Bagi psikolog tertentu, khususnya dari kalangan Psiko-behavioristik, tidak begitu tertarik dengan membicarakan hakekat jiwa.</p>
<p>Mereka bahkan tidak memperdulikan perbedaan jiwa manusia dengan jiwa binatang. Yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana memberi rangsangan atau stimulus pada jiwa tersebut agar ia mampu meresponsnya dalam bentuk perilaku.<br />
Pengertian psikologi yang dimaksud dalam buku ini lebih cenderung pada pengertian pertama. Ada beberapa alasan mengapa pengertian pertama yang dipilih: Pertama, Psikologi Islam sebagai disiplin ilmu yang mandiri baru memasuki proses awal. Pendekatan yang digunakan lebih mengarah pada pendekatan spekulatif, yang membicarakan hakekat mental dan kehidupannya.</p>
<p>Sumber data yang digunakan berasal dari proses deduktif, yang digali dari nash (al-Qur`an dan al-Sunnah) dan hasil pemikiran para filosof atau sufi abad klasik, dan belum memasuki wilayah empiris-eksperimental; Kedua, Psikologi Kontemporer Barat dalam perkembangannya mengalami distorsi yang fundamental. Psikologi seharusnya membicarakan tentang konsep jiwa, namun justru ia mengabaikan bahkan tidak tahu-menahu tentang hakekat jiwa, sehingga ia mempelajari ilmu jiwa tanpa konsep jiwa.</p>
<p>Ketiga, karena alasan ke dua di atas, psikologi kontemporer mempelajari manusia yang tidak berjiwa. Atau, menyamakan gejala kejiwaan manusia dengan gejala kejiwaan hewan, sehingga temuan-temuan dari perilaku hewan digunakan untuk memahami perilaku manusia. Atas dasar ketiga alasan di atas, penulis lebih cenderung menggunakan pengertian pertama. Pemilihan ini tidak berarti menafikan keberadaan pengertian psikologi yang lain, tetapi penulis berharap agar ada perimbangan atau bandingan dalam memilih model pengembangan disiplin psikologi. Untuk beberapa tahun mendatang, barangkali Psikologi Islam dapat mengembangkan pengertian yang ketiga, setelah kerangka konseptualnya telah mapan dan diakui secara objektif dalam perbendaharaan Psikologi Kontemporer.</p>
<p>Psikologi secara etimologi memiliki arti ilmu tentang jiwa. Dalam Islam, istilah jiwa dapat disamakan istilah al-nafs, namun ada pula yang menyamakan dengan istilah al-ruh, meskipun istilah al-ruh lebih populer penggunaannya daripada istilah al-nafs. Psikologi dapat diterjamahkan ke dalam bahasa Arab menjadi ilmu al-nafs atau ilmu al-ruh. Penggunaan masing-masing kedua istilah ini memiliki asumsi yang berbeda.</p>
<p>Istilah Ilm al-Nafs banyak dipakai dalam literatur Psikologi Islam. Bahkan Sukanto Mulyomartono lebih khusus menyebutnya dengan Nafsiologi. Penggunaan istilah ini disebabakan objek kajian psikologi Islam adalah al-nafs, yaitu aspek psikopisik pada diri manusia. Term al-nafs tidak dapat disamakan dengan term soul atau psyche dalam psikologi kontemporer Barat, sebab al-nafs merupakan gabungan antara substansi jasmani dan substansi ruhani, sedangkan soul atau psyche hanya berkaitan dengan aspek psikis manusia.</p>
<p>Menurut kelompok ini, penggunaan term al-nafs dalam tataran ilmiah tidak bertentangan dengan doktrin ajaran Islam, sebab tidak ada satupun nash yang melarang untuk membahasnya. Tentunya hal itu berbeda dengan penggunaan istilah al-ruh yang secara jelas dilarang mempertanyakannya (perhatikan Q.S. al-Isra` ayat 85).</p>
<p>Penggunaan istilah Ilm al-Ruh ditemukan dalam karya psikolog Zuardin Azzaino. Istilah itu kemudian dijadikan dasar untuk membangun Psikologi Ilahiah, yaitu psikologi yang dibangun dari kerangka konseptual al-ruh yang berasal dari Tuhan. Boleh jadi Azzaino tidak mengikuti perkembangan literatur Psikologi Islam, sebab literatur yang digunakan dalam bukunya tidak satupun yang bersumber dari Ilm al-Nafs fi al-Islam (Psikologi Islam).</p>
<p>Tetapi yang menarik dari tawaran Azzaino tersebut adalah bahwa ruh yang menjadi objek kajian psikologi Islam memiliki ciri unik, yang tidak akan ditemukan dalam Psikologi Kontemporer Barat. Objek kajian Psikologi Islam adalah ruh yang memiliki dimensi ilahiah (teosentris), sedangkan objek kajian Psikologi Kontemporer Barat berdimensi insaniah (antroposentris). Karena perbedaan yang mendasar inilah maka Azzaino terpaksa menggunakan term khusus untuk menentukan ciri unik Psikologi Islam.</p>
<p>Menanggapi kedua polemik ini, penulis lebih cenderung menggunakan istilah Ilm al-Nafs. Selain istilah itu lebih populer dan masuk dalam perbendaharaan literatur psikologi, secara ideologis pembahasan objek al-nafs tidak bertentangan dengan nash. Hanya saja yang patut dipertimbangkan adalah kritikan Malik B. Badri bahwa Psikologi Islam kini nyaris masuk dalam liang Biawak, yang sulit keluar darinya. Kritikan itu nampaknya dapat ditangkap dengan cermat oleh Azzaino, sehingga ia mencoba mencari alternatif peristilahan baru. Dengan demikian, kebolehan menggunakan istilah Ilm al-Nafs dengan catatan tidak menyalahi kerangka filosofis Psikologi Islam.</p>
<p>Hakekat psikologi Islam dapat dirumuskan sebagai berikut: kajian Islam yang berhubungan dengan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia, agar secara sadar ia dapat membentuk kualitas diri yang lebih sempurna dan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.</p>
<p>Hakekat definisi tersebut mengandung tiga unsur pokok; Pertama, bahwa psikologi Islam merupakan salah satu dari kajian masalah-masalah keislaman. Ia memiliki kedudukan yang sama dengan disiplin ilmu keislaman yang lain, seperti Ekonomi Islam, Sosiologi Islam, Politik Islam, Kebudayaan Islam, dan sebagaianya.</p>
<p>Penempatan kata Islam di sini memiliki arti corak, cara pandang, pola pikir, paradigma, atau aliran. Artinya, psikologi yang dibangun bercorak atau memiliki pola pikir sebagaimana yang berlaku pada tradisi keilmuan dalam Islam, sehingga dapat membentuk aliran tersendiri yang unik dan berbeda dengan psikologi kontemporer pada umumnya. Tentunya hal itu tidak terlepas dari kerangka ontologi (hakekat jiwa), epistimologi (bagaimana cara mempelajari jiwa), dan aksiologi (tujuan mempelajari jiwa) dalam Islam. Melalui kerangka ini maka akan tercipta beberapa bagian psikologi dalam Islam, seperti Psikopatologi Islam, Psikoterapi Islam, Psikologi Agama Islam, Psikologi Perkembangan Islam, Psikologi Sosial Islam, dan sebagainya.</p>
<p>Kedua, bahwa Psikologi Islam membicarakan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia. Aspek-aspek kejiwaan dalam Islam berupa al-ruh, al-nafs, al-kalb, al-`aql, al-dhamir, al-lubb, al-fuad, al-sirr, al-fithrah, dan sebagainya. Masing-masing aspek tersebut memiliki eksistensi, dinamisme, proses, fungsi, dan perilaku yang perlu dikaji melalui al-Quran, al-Sunnah, serta dari khazanah pemikiran Islam. Psikologi Islam tidak hanya menekankan perilaku kejiwaan, melainkan juga apa hakekat jiwa sesungguhnya. Sebagai satu organisasi permanen, jiwa manusia bersifat potensial yang aktualisasinya dalam bentuk perilaku sangat tergantung pada daya upaya (ikhtiyar)-nya. Dari sini nampak bahwa psikologi Islam mengakui adanya kesadaran dan kebebasan manusia untuk berkreasi, berpikir, berkehendak, dan bersikap secara sadar, walaupun dalam kebebasan tersebut tetap dalam koridor hukum Allah Swt.</p>
<p>Ketiga, bahwa Psikologi Islam bukan netral etik, melainkan sarat akan nilai etik. Dikatakan demikian sebab Psikologi Islam memiliki tujuan yang hakiki, yaitu merangsang kesadaran diri agar mampu membentuk kualitas diri yang lebih sempurna untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Manusia dilahirkan dalam kondisi tidak mengetahui apa-apa, lalu ia tumbuh dan berkembang untuk mencapai kualitas hidup.</p>
<p>Psikologi Islam merupakan salah satu disiplin yang membantu seseorang untuk memahami ekspresi diri, aktualisasi diri, realisasi diri, konsep diri, citra diri, harga diri, kesadaran diri, kontrol diri, dan evaluasi diri, baik untuk diri sendiri atau diri orang lain. Jika dalam pemahaman diri tersebut ditemukan adanya penyimpangan perilaku maka Psikologi Islam berusaha menawarkan berbagai konsep yang bernuasa ilahiyah, agar dapat mengarahkan kualitas hidup yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat menikmati kebahagiaan hidup di segala zaman. Walhasil, mempelajari psikologi Islam dapat berimplikasi membahagiakan diri sendiri dan orang lain, bukan menambah masalah baru seperti hidup dalam keterasiangan, kegersangan, dan kegelisahan.</p>
<p>Psikologi Islam sudah sepatutnya menjadi wacana sains yang objektif, bahkan boleh dikatakan telah mencapai derajat supra ilmiah. Anggapan bahwa Psikologi Islam masih bertaraf pseudo-ilmiah adalah tidak benar, sebab Psikologi Islam telah melampaui batas-batas ilmiah. Objektifitas suatu ilmu hanyalah persoalan kesepakatan, yang kreterianya bukan hanya kuantitatif melainkan juga kualitatif. Psikologi Kontemporer telah mendapatkan kesepakatan dari kalangannya sendiri. Demikian juga Psikologi Islam telah mendapatkan kesepakatan dari kalangan kaum muslimin. Jika orang lain berani mengedepankan pemikiran psikologi melalui pola pikirnya sendiri, serta mengklaim keabsahan dan objektifitasnya, lalu mengapa kita tidak berani melakukan hal yang sama, yaitu mengedepankan pemikiran Psikologi Islam berdasarkan pola pikir Islam.</p>
<p>Hall dan Lindzey menyatakan bahwa tokoh besar seperti Freud, Jung dan McDougall tidak hanya berijazah dalam ilmu kedokteran, tetapi juga berpraktek sebagai ahli psikoterapi. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan psikologi bersumber dari profesi dan lingkungan praktek kedokteran dan bukan berasal dari penelitian akademik. Banyak di antara metode dan teknik yang dikembangkan justru menyalahi dan memberontak terhadap masalah-masalah normatif yang sudah mapan di lingkungan akademik. Problem seperti ini bukan menjadikan psikologi kepribadan dilupakan, tetapi malah memiliki implikasi penting dalam pengembangan diskursus-diskursus lain. Kondisi ini menunjukkan bahwa Psikologi Kontemporer Barat pada mulanya tidak mengikuti aturan-aturan ilmiah yang berlaku di dunia akademik, tetapi setelah teori-teori mereka teruji secara empirik dan bermanfaat bagi kehidupan umat manusia, maka pemikiran mereka diakui sebagai disiplin yang objektif.</p>
<p>Para pemerhati, analis dan peneliti disiplin psikologi akhir-kahir ini telah membukan jendela untuk mengintip wacana yang berkembang di dalam khazanah Islam. Mereka sadar bahwa Psikologi Barat Kontemporer baru berusia dua abad, padahal upaya-upaya pengungkapan fenomena kejiwaan dalam Islam telah lama berkembang. Mereka mengetahui kedalaman materinya, lalu mereka masuk ke dalamnya dan mencoba mempopulerkannya. Hall dan Lindzey telah menulis satu bab khusus untuk Psikologi Timur. Menurutnya, salah satu sumber yang sangat kaya dari psikologi yang dirumuskan dengan baik adalah agama-agama Timur.</p>
<p>Dalam dunia Islam, para sufi (pengamal ajaran tasawwuf) telah bertindak sebagai para psikolog terapan. Tasawwuf merupakan dimensi esoteris (batiniah) dalam Islam, yang membicarakan struktur jiwa, dinamika proses dan perkembangannya, penyakit jiwa dan terapinya, proses penempaan diri di dunia spiritual (suluk), proses penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs) dan cara-cara menjaga kesehatan mental, dan sebagainya. Aspek-aspek ini dalam sains modern masuk ke dalam wilayah psikologi.<br />
Frank. J. Bruno, Kamus Istilah Kunci Psikologi, terj. Cecilia G. Samekto, judul asli, “Dictionary of Key in Psychology”,(Yogyakarta: Kanisius, 1989), h. 236-237</p>
<p>Misalnya yang terjadi pada aliran Behaviorisme John Dollard, Neal E. Miller, B.F. Skinner dari Psiko-operan yang tidak begitu tertarik dengan persoalan struktur kejiwaan manusia yang menetap dan relatif stabil. Mereka lebih berminat mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang dapat mengakibatkan respons-respons tertentu yang pada gilirannya membangkitkan stimulus-stimulus yang memiliki sifat pendorong. Atau berminat pada tingkah laku yang dapat diubah. Lihat!, Calvin Hall dan Gardner Lindzey, Teori-Teori Sifat dan Psikobehavioristik, diterjmahkan oleh Yustinus, judul asli; Theories of Personality, (Yogyakarta: Kanisius, 1993), hh. 320-221,326</p>
<p>Lihat! Nafsiologi; Suatu Pendekatan Alternatif atas Psikologi (1986) karya Sukanto Mulyomartono, kemudian disempurnakan bersama A. Dardiri Hasyim dengan judul Nafsiologi; Sebuah Kajian Analitik (1995); (2) Nahw ‘Ilm al-Nafs al-Islmiy (1979) karya Hasan Muhammad al-Syarqawiy; (3) Ilm al-Nafs al-Mashir fi Dhaw’i al-Islm (1983) karya Muhammad Mahmud Mahmud; (4) Ilm al-Nafs al-Islamiy (1989) karya Maruf Zarif; dan (5) al-Quran wa Ilm al-Nafs (1982) karya Muhammad Usman Najati.</p>
<p>Asas-asas Psikologi Ilahiah; Sistema Mekanisme Hubungan antara Roh dan Jasad (1990) karya H.S. Zuardin Azzaino.<br />
Maksud keunikan di sini terutama menyangkut masalah-masalah yang mendasar (kerangka filosofis) dan bukan masalah-masalah teknis-operasional. Psikologi Islam tidak akan mentolelir masalah-masalah yang fundamenatal, sebab jika hal itu diabaikan maka mengakibatkan pengkaburan antara hakekat Psikologi Islam dengan Psikologi Kontemporer Barat. Sedangkan masalah-masalah teknik-operasional, Islam tidak banyak menyinggungnya, sehingga tidak ada salahnya jika mengadopsi dari yang lain.</p>
<p>Misalnya dalam pembagian struktur manusia, Islam tidak menerima teori Sigmund Freud yang membagi struktur jiwa manusia dengan id, ego, dan super ego. Pembagian ini menafikan alam supra sadar, sehingga kepercayaan akan Tuhan atau agama dinyatakan sebagai delusi atau ilusi. Islam mempercayai adanya struktur al-ruh yang berdimensi ilahiyah dan bersentuhan dengan alam supra sadar, sehingga orang yang beragama merupakan bentuk tertinggi dari aktualisasi diri kepribadian manusia. Demikian juga masalah mimpi. Freud dan para psikolog lainnya menyatakan bahwa mimpi hanyalah produk psikis, sedangkan dalam Islam, mimpi boleh jadi berasal dari produk psikis, dan boleh jadi dari dunia eksternal seperti dari Tuhan dan syetan.</p>
<p>Jika seseorang tidak percaya adanya mimpi dari dunia eksternal berarti ia tidak mempercayai sebagian wahyu, sebab sebagian wahyu ada yang diterima oleh Nabi melalui mimpi. Namun jika persoalan mimpi berkaitan dengan teknik analisis untuk keperluan terapi, maka tidak ada salahnya jika hal itu diadopsi dari teori Freud atau psikolog yang lain.</p>
<p>Penjelasan masing-masing term tersebut dapat dilihat dalam pembahasan struktur dan dinamikanya.<br />
Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, Teori-Teori Psikodinamik (Klinis), terj. Yustinus, judul asli, “Theories of Personality”, (Yogyakarta: Kanisius, 1993), hh. 20-21</p>
<p>Di antaranya: (1) Shafii, Freedom from the Self: Sufism, Meditation, and Psychotherapy, (1985); (2) Hoesen Nasr (ed.), Islamic Spirituality: Foundation, (1989); dan (3) Ronald Alan Nicholson, Fi al-Tashawwuf al-Islami wa Tarihihi, terj. Abu al-ala al-Afifi (1969).</p>
<p>Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, Teori-Teori Holistik (Organismik-Fenomenologis), terj. Yustinus, judul asli, Theories of Personality, (Yogyakarta: Kanisius, 1993), h. 222</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=54&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2010/09/14/tambah-wawasan-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/09/dscf2072.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Irsan siip MUNAS 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ku-hadir di MUNAS 2 PKS</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2010/09/14/ku-hadir-di-munas-2-pks/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2010/09/14/ku-hadir-di-munas-2-pks/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 09:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Irsan Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, sebagai bahan kearsipan pribadi dan DPC PKS Landasan Ulin. Juga sebagai bukti sejarah bahwa Ketua PKS Landasan Ulin pernah hadir mewakili Kalsel dalam MUNAS 2 PKS di Hotel Ritz Carlton Jakarta, beberapa bulan silam. Berpose sejenak didepan poster Presiden PKS Bersama Wilda Kalimantan di Ritz Carlton<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=50&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/09/dscf2027.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-51" title="Irsan Presiden" src="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/09/dscf2027.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><strong>Bismillah</strong>, sebagai bahan kearsipan pribadi dan DPC PKS Landasan Ulin. Juga sebagai bukti sejarah bahwa Ketua PKS Landasan Ulin pernah hadir mewakili Kalsel dalam MUNAS 2 PKS di Hotel Ritz Carlton Jakarta, beberapa bulan silam.</p>
<p>Berpose sejenak didepan poster Presiden PKS</p>
<p><a href="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/09/dscf2043.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-52" title="Syuro Bersama Wilda Kalimantan" src="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/09/dscf2043.jpg?w=300&#038;h=106" alt="" width="300" height="106" /></a></p>
<p>Bersama Wilda Kalimantan di Ritz Carlton</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=50&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2010/09/14/ku-hadir-di-munas-2-pks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/09/dscf2027.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Irsan Presiden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irsanpks.files.wordpress.com/2010/09/dscf2043.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Syuro Bersama Wilda Kalimantan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Dakwah Tarbawiyah</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2010/09/11/pengembangan-dakwah-tarbawiyah/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2010/09/11/pengembangan-dakwah-tarbawiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2010 14:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Imtidadu Ad-Dakwah Oleh: KH. Hilmi Aminuddin, Lc. Agar al-imtidadud da’awi (penyebaran pertumbuhan da’wah) semakin berpengaruh dalam perubahan, pembinaan, dan siyaghatu al-binaai al-ijtima’i (penataan struktur kemasyarakatan), tidak cukup hanya kita respon dengan al-imtidadu tanzhimi (penyebaran pertumbuhan struktur dakwah). Begitu pula agar struktur kemasyarakatan ini semakin dekat dengan siyaghatu al-binaai al-Islamiy (tatanan struktur masyarakat islami), tidak cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=43&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Imtidadu Ad-Dakwah</strong></p>
<p><strong>Oleh: KH. Hilmi Aminuddin, Lc.</strong></p>
<p>Agar <em>al-imtidadud da’awi</em> (penyebaran pertumbuhan da’wah)  semakin berpengaruh dalam perubahan, pembinaan, dan <em>siyaghatu  al-binaai al-ijtima’i </em>(penataan struktur kemasyarakatan), tidak  cukup hanya kita respon dengan <strong><em>al-imtidadu tanzhimi</em></strong><em> </em>(penyebaran pertumbuhan struktur dakwah). Begitu pula agar  struktur kemasyarakatan ini semakin dekat dengan <em>siyaghatu al-binaai  al-Islamiy</em> (tatanan struktur masyarakat islami), tidak cukup hanya  kita respon dengan <em>al-imtidadud tanzhimi, </em>memperluas dan  memperlebar struktur kita.<span id="more-43"></span></p>
<p>Respon-respon structural itu harus ditindaklanjuti dengan <strong><em>al-imtidad  at-tarbawi</em></strong><em> </em>(pengembangan pembinaan). <em>Hajman  wa waznan, </em>baik kapasitas ataupun bobotnya. Pengembangan tarbiyah  yang sudah merupakan pekerjaan kita sehari-hari dan merupakan basis  operasional, harus kita kembangkan kapasitas daya tampungnya. Sudah  banyak yang menunggu untuk ditarbiyah. Sekarang tidak terbatas pada  level mahasiswa, pemuda, atau akademisi. Para professional, pengusaha,  praktisi bisnis, banyak yang menunggu untuk ditangani secara tarbawi.  Sehingga kapasitas tarbiyah kita harus meningkat. Efeknya, tuntutan  kepada pengembangan manhaj tarbiyah pun harus meningkat.</p>
<p>Pendekatan tarbiyah untuk pemuda dan mahasiswa berbeda dengan  pendekatan tarbiyah kepada alim ulama dan mubaligh. Berbeda pula dengan  para professional, praktisi bisnis, dan lain-lain. Oleh karena itu, <em>fann  at-tarbawi, </em>penguasaan teknis operasional tarbiyah harus semakin  meningkat. Agar kapasitas tarbiyah daya tampungnya semakin luas.</p>
<p>Untuk menjaga kapasitas, daya dan bobot tarbiyah, jangan sampai  tarbiyah kita berkembang nuansanya menjadi ta’lim, apalagi tabligh.  Karena ta’lim itu <em>tazwidul ‘ilm </em>(pembekalan ilmu), dan tabligh  itu <em>tazwidul ma’lumat </em>(pembekalan informasi). Sedangkan  tarbiyah merupakan <em>tashihul aqidah, tashihul fikrah, tashihul  akhlaq, </em>dan <em>tashihul ‘ibadah. </em>Sehingga bobot taujihnya  harus sangat menyentuh <em>mafatihul uqul, mafatihul qulub, wa mafatihun  nufus. </em>Harus membuka kunci-kunci jiwa, hati, dan akal manusia.  Tarbiyah harus lebih menggugah, lebih berkesan, dan lebih membangkitkan.  Sebab tarbiyah bukan <em>talqinul ulum.</em></p>
<p>Lapisan pendukung dan simpatisan dakwah menunggu penanganan kita.  Kalau mereka merasakannya sama dengan majelis ta’lim umum, bahkan <em>naudzubillah</em> dirasakan sama dengan dakwah<em>tainment, </em>maka itu tidak akan  menghasilkan potensi dakwah. Ini harus ditata. Karena tarbiyah itu  merupakan kerja pertama dan utama jama’ah dakwah kita untuk membangun  potensi SDMnya.</p>
<p>Walaupun begitu, tarbiyah, sebagai upaya manusia, bisa saja—<em>naudzubillah—</em>terjadi  <em>infilath tarbawi</em>/falatan tarbawi. Artinya hasil tarbiyah yang  tidak terkontrol. Hasil kerja keras dan pengorbanan kita, bisa saja <em>natijah</em>nya  jelek. Tidak saesuai dengan yang kita inginkan. <em>Infilat </em>tarbawi  biasanya berbentuk:</p>
<ol>
<li>Munculnya <em>tasyaddud, </em>sikap eksklusif, ekstrim, dan merasa  benar sendiri. Ini harus dipantau. Padahal kita memiliki pandangan <em>ijabiyah  ru’yah</em> (memandang sisi positif). Pada hakekatnya kebaikan itu ada  di mana-mana. Cuma ada yang terkonsolidasi oleh kita dan ada yang belum.</li>
<li>Bersikap <em>kamaliyat</em> (perfeksionis). Seolah-olah tarbiyah itu  targetnya menciptakan <em>insan malaki, </em>manusia berkualitas  malaikat. Ini juga bentuk <em>infilat tarbawi</em>, bentuk penyimpangan.</li>
<li>Bentuk infilath tarbawi yang lain adalah <em>juz’iyyah</em>. Hanya  menukik di sector tertentu saja. Misalnya ruhiyah saja, sementara  fikriyah kurang berkembang. Sehingga pertumbuhan cara berfikirnya  ketinggalan. Tidak mampu menghadapi komunikasi fikriyah seperti yang  kita jumpai di lapangan setelah musyarokah ini. Atau hanya menukik di  bidang <em>fikriyah </em>atau <em>siyasah </em>saja. Padahal yang kita  harapkan adalah tarbiyah yang integral dan terpadu.</li>
</ol>
<p>Selain <em>imtidad tarbawi</em>, pertumbuhan dakwah kita juga  menuntut <strong><em>imtidad tsaqofy</em></strong><em>. </em>Kita harus  belajar dan belajar, terus menerus. Kita harus mau membaca dan membaca.  Baik bacaan yang tertulis di buku-buku, majalah-majalah, surat kabar,  radio atau TV. Juga membaca kehidupan masyarakat. Ini semua penting.  Sehingga tsaqofah kita berkembang, tidak ketinggalan di segala sector.</p>
<p>Kita bergaul dengan mereka yang beraneka ragam keyakinan, beraneka  ragam latar belakang ideology, pendidikan, budaya, dan bahkan  kepentingannya. Supaya kita tidak gagap, kekurangan modal ketika  menghadapi mereka, maka tsaqofah kita harus ditingkatkan. Bagi yang  masih mempunyai kesempatan belajar formal, silahkan tingkatkan. Apakah  S1, S2, S3, kalau ada S4 kita masuki. Bagi yang pendidikan formalnya  sudah tertib, maka informalnya harus <em>iqro’</em>, terus membaca.  Memang kalau kita tidak pandai memenej waktu, <em>tazwidul tsaqafah </em>(pembekalan  wawasan) ini akan merosot.</p>
<p><em>Imtidad tsaqofiy—hazman waznan—</em>harus ditingkatkan. Apalagi  ajaran Islam mengajarkan bahwa <em>thalabul ‘ilmi </em>itu <em>minal  mahdi ilal lahdi. </em>Menuntut ilmu itu dari bauaian hingga liang  kubur. <em>Uthlubul ‘ilma walau bi shin. </em>Walaupun di Cina. Padahal  waktu itu dakwah Islam belum sampai ke Cina. Tapi kata Rasul carilah  ilmu itu sampai ke negeri Cina.</p>
<p>Jama’ah kita ini, di mana pun, terkenal sebagai madrasah, di mana di  dalamnya selalu belajar dan meningkatkan diri, sudah menjadi <em>shibghoh  yaumiyah, </em>warna keseharian kita.</p>
<p><strong><em>Imtidad fanni, </em></strong>penguasaan teknik  operasional sesuai bidang dan tugas kerja kita, baik kerja tanzhimiyah  atau kerja professional. Penguasaan teknis secara lebih mengerucut  sesuai dengan latar belakang tugas kita semakin penting.</p>
<p>Berikutnya adalah <strong><em>imtidad idari</em></strong><em>. </em>Organisasi  kita semakin besar, memerlukan manajerial yang tangguh. Sesuai dengan  karakter organisasi jama’ah kita, adalah bukan karakter birokrasi, tapi  karakter <em>mutathowwi’in </em>(sukarela). Oleh karena itu kita harus  membagi pendelegasian wewenang, tugas-tugas secara lebih merata dan  lebih meluas. Mungkin kalau dilihat dari sudut pandang  birokrasi—perusahaan atau pemerintahan—organisasi kita amat bengkak.  Karena kita ini tidak ada keterkaitan antara penugasan dengan standar  gaji. Kalau pun ada, itu sifatnya hanya <em>ta’awun. </em>Itu pun jauh  dari standar untuk <em>ma’isyah. </em>Karena kaitannya bukan <em>ma’isyah, </em>tapi lebih kepada <em>muwasholah </em>(penyambung) saja.</p>
<p>Karakter organisasi yang <em>mutathowwi’in, </em>sukarelawan ini,  tugasnya harus terbagi. Kewenangan didelegasikan d I dalam  bidang-bidang. Kalau ada pos-pos yang kurang berjalan, kita tingkatkan  agar lebih mampu berjalan dan memikul tugas secara lebih baik. Bukan  dengan cara ditekel/diambil. Kita berusaha untuk meningkatkan para  penjaga pos agar bertugas secara bertahap. Agar terbagi secara baik,  terlaksana melalui proses <em>ta’awanu ‘alal birri wat taqwa. </em>Ini  karena <em>tanzhim </em>kita adalah <em>tanzhim mutatowwi’in, </em>bukan  birokrasi.</p>
<p>Karakter organisasi lain, yang terkenal sibuk dan bekerja adalah  ketua dan sekretaris. Di organisasi kemasyarakatan itu hal biasa.  Mudah-mudahan, insya Allah, itu tidak akan merembes kepada kita. Kita  sudah terbagi, semua bekerja, yang penting adalah <em>tanasuq dzaatii. </em>Singkronisasi  antar komponen organisasi dalam bidang tertentu, dan singkronisasi  antara bidang dengan bidang yang lain. Setiap potensi kader harus  termanfaatkan. Dengan begitu semakin meningkat kapasitas, bobot, dan  kompetensinya.</p>
<p>Selanjutnya <strong><em>al-imtidad al-iqtishodiy</em></strong><em> </em>(perkembangan  ekonomi). Sampai sekarang pembiayaan dakwah kita masih dalam level  konvensional melalui <em>tadhiyyah </em>dari ikhwan dan akhwat, dari <em>ta’awun  ikhowi </em>yang luar biasa. Tentu berkahnya tidak diragukan. Tapi  kalau diakaitkan dengan tugas berat ke depan, pengembangan ekonomi  dakwah harus semakin professional. Basis ta’awun dan tadhiyyah harus  selalu terpelihara, karena itu adalah modal awal. Tapi kalau modal awal  itu tidak berkembang menjadi professional, maka akan banyak  pembiayaan-pembiayaan dakwah yang tidak tertangani secara konvensional.</p>
<p>Sudah barang tentu, <em>Allahu Ghaniyyun Karim. </em>Semua sumber  kekuatan, termasuk sumber ekonomi adalah dari Allah SWT. Tapi Allah  memerintahkan kita bekerja. Rasulullah SAW pernah melihat seseorang yang  setiap hari nongkrong terus di masjid. Beliau bertanya, “Siapa yang  member nafkah dia?”. Sahabat menjawab, “Saudaranya”. Kata Rasulullah:  “Saudaranya itu lebih baik dari dia”.</p>
<p>Umar bin Khattab juga melihat fenomena serupa. Ada orang terus  menerus berdo’a di masjid. Kata beliau, <em>“Alaa ta’khudzu fa’san,  litahtathibu?” </em>Mengapa kamu tidak ambil kampak, agar kamu mencari  kayu. <em>“Fa innas samaa la tumthiru dzahaban wa la fidhdhoh”, </em>sesungguhnya  langit tidak akan pernah hujan emas atau perak. Allah akan menurunkan  rizki—apalagi rizki untuk dakwah, yang penting kita tampil di hadapan  Allah dengan kerja keras.</p>
<p>Sudah tentu ini untuk para ikhwan dan akhwat yang mempunyai bakat di  bidangnya. Kalau tidak mempunyai bakat jangan di dorong-dorong. Karena  ada dua kerugiannya: bisnis rusak, dakwah rusak.</p>
<p>Disinilah kemudian peran <em>takaful-ta’awun</em>. Kita bakatnya  berbeda-beda. Ada yang tumbuh dengan bakat ekonomi, bakat politik, bakat  budaya, bakat kerja di <em>charity. </em>Dari semua bakat yang tumbuh  ini terjadi ta’awun dan takaful, saling menopang.</p>
<p>Rasa berbagi dari ikhwah yang sukses ekonominya kepada ikhwan yang  menekuni bidang lain harus ditumbuh suburkan. Supoaya tidak aka nada  komentar dari masyarakat, “Kasihan itu ustadz, dibiarin sama ikhwannya”  Walaupun ikhwan akhwat itu ikhlas, tekun menekuni bidangnya walaupun  tidak berefek secara ekonomi. Tapi masyarakat yang akan berkomentar.  Banyakl komentar itu dating kepada saya. Biasanya selagi masih dapat  saya tangani, saya akan tangani sendiri. Kalau tidak, biasanya saya  transfer ke ikhwan lain. Tapi kita tentu tidak harus menunggu komentar  dari masyarakat. Maka, ikhwah harus mempunyai semangat berbagi.  Alhamdulillah, beberapa ikhwah yang ekonominya baik, mempunyai daftar  kafalah untuk ikhwah lain. Kalau kebiasaan ini ditumbuh suburkan, Insya  Allah semakin berkah dakwah kita.</p>
<p>Perkembangan ekonomi ini, baik kapasitas atau bobotnya harus  meningkat. Dari dulu sering saya komentari, Alhamdulillah pertumbuhan  ekonomi di liqo’at/halaqoh itu berkah. Tapi pasar itu lebih luas dari  halaqoh. Ketika dating ke halaqoh ada yang bawa jilbab, yang ini bawa  barang lainnya, insya Allah berkah. Tapi untuk ekonomi dakwah itu  kurang. Salah satu yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah itu  adalah pasar. Maka semuanya harus seimbang anatara pertumbuhan <em>tanzhimi,  tarbawi, tsaqofi, fanni, idari, </em>dan <em>iqtishady.</em></p>
<p>Berikutnya adalah factor <strong><em>ijtima’i.</em> </strong>Komunikasi  social kita harus diperluas. Dalam hal komunikasi social, tidak perlu  memakai <em>taqwim nukhbawi </em>(ukuran kader). Kita perluas komunikasi  social kita, lintas partai, jama’ah, agama, dan etnis. Kita lakukan  komunikasi secara luas. Karena keragaman atau pluralitas itu adalah  fitrah. Rasulullah SAW juga mengembangkan hubungan secara luas. Bahkan  ada komunikasi social yang jarang terungkap dari sirah nabawiyah, yang  disampaikan Abu Bakar Shiddiq. Ketika menjadi khalifah pertama, beliau  sangat memperhatikan kebijakan dan kebiasaan Rasulullah SAW.</p>
<p>Salah satunya, ternyata Rasulullah SAW melakukan komunikasi yang  sangat baik dan akrab dengan seorang Yahudi yang buta matanya. Setiap  pagi Rasulullah SAW datang mengantar roti dan susu. Orang Yahudi ini  sudah tua dan giginya ompong. Kalau diberi roti yang kering dan ada air,  roti itu dicelupkan. Kalau tidak ada, dikunyahkan Rasulullah, setelah  itu disuapkan kepada orang Yahudi itu. Peristiwa itu hanya diketahui Abu  Bakar.</p>
<p>Begitu Rasulullah wafat, Abu Bakar menggantikannya. Karena Yahudi ini  buta, ia tidak tahu pada Abu Bakar. Ketika Abu Bakar menyuapkan roti,  Yahudi itu berkata, “Siapa kamu?” Abu Bakar menjawab, “Saya biasa datang  setiap pagi”—maksudnya menemani Rasulullah. Orang Yahudi berkata, “Tapi  rasanya tidak begini, dia lebih halus dan lebih hangat”. Abu Bakar pun  menangis.Ini adalah komunikasi lintas agama, dan itu merupakan bentuk  riil dari <em>rahmatan lil alamin. </em>Sampai orang Yahudi pun  menikmati Islam dalam keyahudiannya. Orang Kristen menikmati Islam dalam  kekristenannya.</p>
<p>Walaupun entitas non muslim minoritas di Indonesia, tetap harus  terjangkau oleh komunikasi social. Di lingkungan umat Islam diperkokoh.  Jangan terhambat oleh beda yayasan, beda organisasi, beda partai. Kita  harus terbuka. Kalau mereka mulutnya usil kepada kita, kita maafkan.  Karena kita kader dakwah. Kadang-kadang ada organisasi yang  terkontaminasi oleh kepentingan partai tertentu, lalu usil kepada kita.  Maka kita harus lebih dewasa meresponnya. Tidak perlu terprovokasi oleh  sifat-sifat yang kita yakini bukan sifat asli dari organisasi itu.  Sekedar terkontaminasi, terkotori oleh kepentingan partai tertentu. Kita  jangan mudah terpancing untuk kemudian ketus atau menjadi cuek kepda  organisasi itu. Mereka tetap ikhwan kita, saudara kita seiman.</p>
<p><em>Alaqoh ijtima’i</em> diperluas. Agar kehadiran kita diterima  secara baik oleh seluruh komponen masyarakat, lintas partai, agama, dan  organisasi. Kalaupun masih ada resistensi, itu bagian kecil dan biasanya  berwarna ideologis politik.</p>
<p>Dalam berkomunikasi, prinsipnya, <em>“sayyidul qaumi khadimuhum”, </em>selalu  berkhidmat. Dalam Islam, khidmat itu sampai ke tingkat <em>“tabassumuka  fi wajhika li akhika laka shadaqah”. </em>Murah senyum, ramah, santun,  itu merupakan modal dasar bagi komunikasi social kita.</p>
<p>Ini bagian dari <em>tanhidiyah </em>kita menuju <em>mihwar daulah. </em>Agar  tingkat resistensi kehadiran kita di tengah-tengah pengelolaan  kehidupan berbangsa dan bernegara semakin kecil. Karena masyarakat  melihat realitas fenomena kesantunan, keramahan, dan keterbukaan kita  dalam komunikasi, insya Allah resistensi itu semakin mengecil, ia akan  selalu ada, tapi akan bisa kita kurangi.</p>
<p>Berikutnya. <strong><em>Imtidad siyasi</em></strong><em>. </em>Ruang  lingkup komunikasi politik harus diperluas. Kemampuan berkomunikasi  politik sangat besar pengaruhnya. Komunikasi politik itu mencari  kemungkinan-kemungkinan di tengah ketidakmungkinan. Mencari titik temu  bersama. Kita kelola dengan baik, supaya tidak ada benturan yang tidak  perlu. Kita memerlukan peluang dan ruang pertumbuhan. Untuk menjamin  keamanan, ruang dan peluang pertumbuhan, kita harus mengurangi  komplikasi-komplikasi politik dengan pihak manapun agar kita mencapai  posisi yang aman, bahkan sampai ke posisi dominan. Peluang-peluang kita  terbuka banyak. Itu harus kita manfaatkan untuk lebih mengokohkan dakwah  dan memperbesar dakwah.</p>
<p>Terakhir, <strong><em>imtidad i’lami. </em></strong>Pertumbuhan di  sektor media massa. Memang beberapa factor yang mencuat dan dianggap  kendala adalah pembiayaan. Tapi <em>‘ala kulli hal, </em>masalah <em>i’lam </em>(media) ini perlu dikemas secara baik. <em>i’lam </em>yang paling  mendasar dalam gerakan dakwah ini adalah <em>performance</em> dari  setiap diri kita. Setiap kita harus memancarkan <em>sum’ah thayyibah</em> (aroma yang baik) bagi jama’ahnya. Itulah modal dasar <em>i’lam.</em></p>
<p>Di tahun 50-an Sayyid Qutb pernah didatangi banyak aktivis Islam.  Mereka mengeluh tentang <em>i’lam. </em>Ada yang berbicara kurang modal,  ada yang berbicara masalah keamanan. Ada yang mengeluh  majalah-majalahnya sering dibredel, diberangus, dicabut izinnya, atau  kantornya digerebek. Sayyid Qutb berkata, <em>“I’lam asasi </em>adalah <em>anfusuhum”. </em>Media utama adalah diri kader itu sendiri.</p>
<p>Mrengelola i’lam ini terkadang gamang. Apakah ini tidak termasuk  riya, apa tidak merusak zuhud kita, merusak tawadhu kita?</p>
<p>Kalau kita mengumumkan hal-hal yang terkait dengan pribadi, milik  kita atau orang lain secara pribadi, itu baru bermasalah. Tapi kalau  terkait dengan kepentingan public, yang kita kerjakan, itu justru  diperlukan. Untuk merangsang orang lain mengikuti, membantu, dan  mendukungnya. Sikap-sikap kita yang membela umat harus ditampilkan.  Bahkan itu bisa wajib, karena mendukung eksisistensi dakwah kita,  pertumbuhan dakwah kita.</p>
<p>Faktor-faktor tadi secara simultan bergerak, tumbuh, mutawazin,  berkembang. Insya Allah dakwah ini bukan hanya berkembang, tapi  pengaruhnya, suaranya mudah didengar. Komentarnya mudah diikuti.  Kritiknya mudah diterima. Karena kapasitas dan bobot <em>tanzhimi,  tarbawi, tsaqofy, fanni, idari, iqtishady, ijtima’i, siyas</em>i, dan <em>i’lami</em> terkelola, terkemas secara baik, simultan dan seimbang.</p>
<p>Insya Allah ini akan menjadi modal agar dakwah dan jama’ah kita  berpengaruh. Jika berbicara didengar, Jika bertindak terasa.</p>
<p>Insya Allah jama’ah dakwah kita semakin berbobot. Mudah-mudahan Allah  SWT memberikan <em>taufiq, ri’ayah, inayah. </em>Memberikan <em>tamkin</em> kepada kita. Sehingga semakin mendekatkan diri kita kepada ridha Allah  sampai pada <em>li i’lai kalimatillahi hiyal ‘ulya.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=43&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2010/09/11/pengembangan-dakwah-tarbawiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Otokritik bagi suami</title>
		<link>http://irsanpks.wordpress.com/2010/08/07/otokritik-bagi-suami/</link>
		<comments>http://irsanpks.wordpress.com/2010/08/07/otokritik-bagi-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 16:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsanpks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Irsan Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irsanpks.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Ajari Aku Jadi Pendampingmu (Surat Terbuka untuk Para Suami) Oleh : Rahmadona Fitria* Ibarat kata pepatah : Pucuk dicinta ulam tiba, demikianlah yang kudapat dari membaca buku ‘Karena engkau  perempuan’. Berbagai peristiwa hidup yang kualami mengantarkan diri ini sampai pada kesadaran untuk lebih memahami dan mengahayati peran sebagai seorang perempuan. Kesadaran ini memotivasi diri mencari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=38&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ajari Aku Jadi Pendampingmu<br />
(Surat Terbuka untuk Para Suami)</p>
<p>Oleh : Rahmadona Fitria*</p>
<p>Ibarat kata pepatah : Pucuk dicinta ulam tiba, demikianlah yang kudapat dari membaca buku ‘Karena engkau  perempuan’. Berbagai peristiwa hidup yang kualami mengantarkan diri ini sampai pada kesadaran untuk lebih memahami dan mengahayati peran sebagai seorang perempuan. Kesadaran ini memotivasi diri mencari ilmu tentang bagaimana jati diri perempuan yang sebenarnya dalam kehidupan agar sukses dunia akhirat. Apa yang kucari kutemukan jawabannya pada buku ‘Karena engkau perempuan’.<span id="more-38"></span><br />
Bahwa pengalaman adalah guru terbaik ternyata benar adanya. Buktinya banyak pelajaran didapat  dari setiap peristiwa dalam perjalanan kehidupanku. Ada saja hikmah yang kupetik dari  pengalaman hidupku. Dan diri ini pun meyakini, setiap harinya kita senantiasa tidak pernah berhenti belajar dari berbagai peristiwa dalam perjalanan hidup kita.<br />
Berawal dari pengalaman yang diperoleh selama mengarungi samudera kehidupan dengan pasangan jiwa, suami tercinta. Beragam peristiwa turut mewarnai  perjalanan diri dalam memainkan peran sebagai seorang pendamping. Tidak mudah menjadi sosok perempuan ideal. Itu pandanganku ketika belum memiliki pengetahuan tentang jati diri seorang perempuan. Begitu sulit menjalankan peranku dalam mendampingi suami terutama berkaitan dengan ruang lingkup pekerjaan yang ia pilih. Pekerjaannya termasuk jenis pekerjaan sosial yang  mengabdikan diri demi kepentingan masyarakat. Sehingga seringkali terjun langsung kelapangan. Aku merasa kesulitan untuk menyamakan langkah agar seiring sejalan dengannya. Tapi justru aku belajar banyak dari pengalaman ‘jatuh bangun’ dalam mengejar ketinggalan untuk bisa sejajar langkah bersamanya.<br />
Bagaimana sebaiknya aku menjalankan peranku sebagai perempuan terutama sebagai pendamping ? Inilah yang kutemukan jawabannya pada buku ‘Karena engkau perempuan’. Hidup berpasangan tidak lepas dari penilaian, begitu pula halnya yang berlaku pada pasangan suami isteri. Seorang isteri ada kalanya dikaitkan dengan status sosial yang disandang suaminya. Ini pula yang terkadang membebaniku untuk bersikap. Aku ingin orang menilaiku apa adanya diriku, karena aku adalah aku, aku  tidak sama dengan suamiku. Aku memiliki potensi yang berbeda dengan suamiku. Tapi tidak mungkin merubah penilaian orang, yang bisa kulakukan adalah kembali mengikuti saran ilmu psikologi, yaitu mengubah cara berpikir dan perasaanku terhadap sesuatu.<br />
Sudah menjadi pendapat umum, jika suami memiliki jabatan maka dengan sendirinya naik pula derajat sang isteri. Tidak heran apabila timbul anggapan, seorang perempuan dikatakan beruntung jika suami atau calon suaminya mempunyai jabatan tertentu dalam pekerjaannya. Seolah-olah keberuntungan, keberhasilan, dan kemuliaan seorang perempuan tergantung pada status yang disandang oleh suaminya. Banyak dongeng dan cerita yang beredar dimasyarakat juga mendukung anggapan demikian. Sehingga bertaburanlah mimpi para perempuan untuk memperoleh keberuntungan dan kemuliaan yang didapat dari jabatan dan kekayaan suami atau calon suaminya.<br />
Bagiku membaca tulisan saudari Jazimah Al Muhyi yang berjudul keberuntungan perempuan versi dongeng (dalam buku ‘Karena Engkau Perempuan’) benar-benar suatu pencerahan tentang identitas perempuan yang sesungguhnya. Semestinya memang seorang perempuan dihargai karena potensi yang ada pada dirinya (baik dalam menjalankan peranannya sebagai ibu rumah tangga atau profesi lainnya), bukan karena pekerjaan, jabatan atau kekayaan suaminya. Seorang perempuan seperti juga pria diberi kesempatan oleh Allah dan sama-sama memiliki potensi  dalam mencapai derajat dan martabat kehidupannya sendiri. Kemuliaan hidup seorang perempuan dapat dicapai dengan menguatkan pembinaan dirinya (fisik, intelektual, mental, dan ruhani).<br />
Ada beberapa hal yang saat ini kujadikan motivasi dalam menjalankan peranku sebagai perempuan sekaligus pendamping (setelah membaca buku ‘Karena Engkau Perempuan), salah satunya adalah berbuat yang terbaik sesuai dengan kondisi (baik itu kekurangan maupun kelebihan) yang Allah berikan kepadaku dan optimal didalamnya. Semoga Allah Swt senantiasa memberiku kekuatan, Amin Allahuma Amin.***</p>
<p>*Research Associate bidang Pengembangan Anak<br />
www.rahmadona.wordpress.com<br />
sedang menyelesaikan kuliah psikologi jogja</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irsanpks.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irsanpks.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irsanpks.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irsanpks.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irsanpks.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irsanpks.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irsanpks.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irsanpks.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irsanpks.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irsanpks.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irsanpks.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irsanpks.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irsanpks.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irsanpks.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irsanpks.wordpress.com&amp;blog=12593646&amp;post=38&amp;subd=irsanpks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irsanpks.wordpress.com/2010/08/07/otokritik-bagi-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bee217ec77b5bf5bfc3015539f7e36eb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irsanpks</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
